source : engadget
CEO BlackBerry John Chen sudah mengumumkan jika perusahaan sedang bersiap meluncurkan smartphone berbasis sistem operasi Android.
"Ini mungkin yang diimpikan pengguna BlackBerry lama yang menginginkan keyboard fisik, tetapi suka dengan aplikasi android" John Chen.
Chen mengatakan, ponsel BlackBerry yang diberi nama Priv (asal nama dari "Privacy" dan "Privilege") itu adalah smartphone Android teraman yang beredar di pasaran.
Menurut dia, BlackBerry akan meluncurkan Priv pada tahun ini juga. Sementara itu, tidak ada rencana perusahaan meluncurkan ponsel BlackBerry dengan sistem operasi BB10 pada tahun ini.
Chen belum mengutarakan detail spesifikasi dari Priv. Rumor yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa ponsel ini akan memiliki layar 5,4 inci (2560x1440), prosesor Snapdragon 808, RAM 3GB, kamera 18 megapiksel dan 5 megapiksel, serta keyboard yang mendukung touch input seperti BlackBerry Passport.
Langkah BlackBerry yang akhirnya mengadopsi sistem operasi mobile berjemaah ini dianggap oleh analis di Strategic Analytic, Neil Mawston, sebagai upaya untuk menggaet konsumen yang lebih luas.
"OS BlackBerry sudah tidak sepopuler dulu lagi, makanya mereka beralih ke Android untuk menyasar pasar yang lebih besar di sisi konsumer," imbuhnya.
"Ini mungkin yang diimpikan pengguna BlackBerry lama yang menginginkan keyboard fisik, tetapi suka dengan aplikasi android" John Chen.
Chen mengatakan, ponsel BlackBerry yang diberi nama Priv (asal nama dari "Privacy" dan "Privilege") itu adalah smartphone Android teraman yang beredar di pasaran.
Menurut dia, BlackBerry akan meluncurkan Priv pada tahun ini juga. Sementara itu, tidak ada rencana perusahaan meluncurkan ponsel BlackBerry dengan sistem operasi BB10 pada tahun ini.
Chen belum mengutarakan detail spesifikasi dari Priv. Rumor yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa ponsel ini akan memiliki layar 5,4 inci (2560x1440), prosesor Snapdragon 808, RAM 3GB, kamera 18 megapiksel dan 5 megapiksel, serta keyboard yang mendukung touch input seperti BlackBerry Passport.
Langkah BlackBerry yang akhirnya mengadopsi sistem operasi mobile berjemaah ini dianggap oleh analis di Strategic Analytic, Neil Mawston, sebagai upaya untuk menggaet konsumen yang lebih luas.
"OS BlackBerry sudah tidak sepopuler dulu lagi, makanya mereka beralih ke Android untuk menyasar pasar yang lebih besar di sisi konsumer," imbuhnya.
Sign up here with your email
